Ada sebuah kalimat pendek berbahasa jawa yang sering kali kita dengar dalam keseharian kita yaitu "Urip Iku Wang Sinawang". Kalimat pendek yang begitu sederhana namun memiliki makna yang begitu dalam. "Urip Iku Wang Sinawang" bisa kita artikan bahwa dalam hidup itu kita saling memandang. Ya, kita dan orang lain disekitar kita saling memandang, saling menilai dan terkadang kita dalam memandang orang lain kita berandai-andai jika kita menjadi orang yang kita pandang. Seringkali kita merasa bahwa orang lain kondisinya lebih beruntung daripada kita. Kehidupan mereka lebih dari kita, lebih kaya, lebih bahagia, rumahnya lebih bagus, dan lebih bahagia daripada kita. Padahal belum tentu kondisinya seperti apa yang kita lihat. Karena ukuran kebahagian tidak mesti berkaitan dengan banyaknya harta. Tapi lebih kepada bagaimana seseorang itu bersyukur dengan apa yang dia punya. Bahagia yang sebenarnya manakala dengan apa yang dimiliki orang tersebut bisa menikmati apa yang dia punya. Perasaan bersyukur pada apa yang Allah anugerahkan baik sedikit maupun banyak, itu lebih dapat menjamin datangnya kebahagian hidup. Betapa banyak orang yang kaya, hartanya berlimpah tapi masih saja merasa kekurangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar